Sehinggaarus listrik dari terminal IG yang ke terminal F akan langsung di massa-kan oleh kontak PL2 sehingga arus listrik yang mengalir ke rotor coil akan terputus – putus dan kemagnetan rotor coil juga terputus – putus. Sehingga meski pada putaran tinggi output alternator untuk pengisian baterai akan tetap stabil. AliranSistem Informasi dan M. Shalahuddin (2011) Aliran sistem informasi merupakan alat bantu yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem.(Wadisman, 2018:141) L E N T E R A D U M A I, Volume 11, Nomor 1, Januari 2020 dilakukan dalam sistem tersebut. Tabel 2 Simbol-simbol pada Data Flow Diagram DeMarco and Yourdan aliranarus listrik pada E. I. Helper. f. Baterai 9V : Pada E. I. Helper, Bagian catu daya pada sistem berfungsi mensuplay tegangan pada masing - masing 14 Manfaat Orang umum dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan Sistem Pengisian pada kendaraan, apa saja komponen pada Sistem Pengisian dan bagaimana cara kerja dari Sistem Pengisian. 1.5 Batasan Masalah Pada makalah ini hanya akan membahas Sistem Pengisian pada kendaraan ringan. BAB 2 TEORI DASAR 2.1 Pengertian Sistem pengisian merupakan sistem arusdi dalam generator selama operasi normal dan selama Ground-faults di dalam gulungan-stator itu. Unsur ini mempengaruhi aliran arus di dalam generator netral yang menentukan operasi sistem perlindungan dan arus Ground-fault dalam keadaan salah penempatan. Hal itu menentukan kerusakan pada rangkian magnetik stator generator. SparepartSaklar Mobil bisa dioperasikan dengan manual, contohnya, sakelar lampu, sakelar wiper, atau juga bisa berfungsi menjadi elemen daripada penginderaan dalam merasakan posisi dibagian mesin, tekanan, ketinggian cairan,ataupun suhu, seperti halnya termostat. Saklar ini juga mempunyai bentuk dan juga fungsi khusus, seperti contohnya toggle Aliranarus yang ke motor wiper dikontrol oleh internal relay ini sebagai reaksi terhadap signal dari wiper switch. Cara kerja timer kurang lebih seperti pada lampu flip flop, yaitu jika tegangan masuk dalam timer maka salah satu dari transistor akan berada dalam kondisi on. MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM KELISTRIKAN WIPER DAN WASHER DI SMK Masalaharus maksimum dapat mencakup: • arus (aliran) air, gas,atau minyak melalui suatu jaringan pipa, • arus formulir melalui suatu sistem pemrosesan dalam kantor pemerintah, • arus lalu lintas melalui jaringan jalan raya, • arus produk melalui suatu sistem lini produksi, • dll. Dalam kondisi tersebut, pengambil keputusan ingin Peralatanyang digunakan menggunakan sistem tegangan satu- fasa, dengan tegangan antara saluran fasa L dan netral N 220 V. Alat tersebut menggunakan sekering 200 A. Bila terjadi arus bocor pada selungkup rumah mesin, maka tegangan beda potensial antara selungkup mesin dan tanah sebesar 220 V. Tegangan sentuh ini sangat berbahaya bagi manusia. Ditulisoleh Otospeedcar_Teams. Fungsi dan Cara Kerja Sistem Wiper pada Mobil,- Sistem Wiper pada mobil berfungsi untuk membersihkan kaca bagian depan mobil dan belakang mobil (hanya pada beberapa tipe mobil tertentu yang dilengkapi wiper kaca belakang) dari kotoran, debu, minyak, binatang-binatang kecil atau dari air hujan. jika mobil tidak vq5j. Wiper dan washer adalah seperangkat komponen pada mobil yang berfungsi untuk membersihkan kaca depan kendaraan secara efektif. Selain untuk membesihkan kaca depan dari debu atau kotoran yang menempel, wiper juga berfungsi untuk mengusap air yang menghalangi penghlihatan pengemudi saat hujan turun. Tanpa wiper, bisa berbahaya saat hujan karena air hujan pasti akan menghalangi penglihatan pengemudi. Lalu bagaimana cara kerja wiper ? mengapa bisa wiper mengusap kaca mobil dengan gerakan bolak balik yang pas dengan ukuran kaca ? mengapa pula kecepatan wiper bisa rendah dan bisa tinggi ? Semua pertanyaan diatas akan kita temukan jawabannya di artikel ini. Prinsip Kerja Wiper Untuk mengusap air pada kaca, wiper dilengkapi dengan blade yang memiliki bahan seperti karet yang mampu mengusap air pada permukaan kaca. Untuk menimbulkan pergerakan wiper blade yang bolak-balik maka dibuatlah sebuah mekanisme. Mekanisme ini menggunakan sumber tenaga motor listrik, kita tahu sendiri kalau motor listrik akan mengubah energi listrik pada aki menjadi energi putar. Inilah tujuan penerapan mekanisme wiper, agar gerakan putaran dari motor wiper bisa diubah menjadi gerakan bolak balik. Mekanisme ini menggunakan sebuah crank rod yang akan mengubah gerakan putaran menjadi gerakan maju mundur seperti ayunan. Untuk membagi gerakan maju mundur ini maka dibuatlah rangkaian wiper link yang akan menghubungkan crank rod dengan kedua wiper arm. Untuk membuat gerakan wiper blade pas dengan kaca, ini sudah diset dari pabrikan. Artinya kalau sistem wiper mobil A dipakai pada mobil B otomatis tidak akan pas. Lalu Bagaimana Rangkaian Kelistrikan Wiper ? Saat mengaplikasikan sistem wiper, biasanya ada beberapa mode pada saklar. Ada mode intermitten, mode low speed, dan mode high speed. Mode low speed artinya wiper bergerak dengan kecepatan rendah, high speed artinya wiper bergerak pada kecepatan tinggi dan intermitten artinya wiper hanya bergerak satu kali pada interval waktu tertentu biasanya intermitten ini digunakan saat gerimis. Semua mode itu, dapat terlaksana karena ada pengaturan skema kelistrikan wiper. Memang, sumber tenaga wiper itu dari motor listrik namun untuk membuat putaran motor listrik bervariasi maka diperlukan skema kelistrikan yang diatur sedemikian rupa. 1. Saat saklar wiper off Gambar diatas menunjukan rangkaian motor wiper saat belum dinyalakan atau saat saklar pada posisi OFF. Saat seperti ini, tidak ada aliran listrik ke motor wiper karena relay wiper motor juga tidak ada yang terhubung sehingga wiper tidak berfungsi. 2. Saat saklar wiper low speed Ketika kita putar saklar wiper ke low speed, maka relay low speed wiper akan terhubung sehingga arus listrik dari baterai langsung mengalir melewati relay dan menuju wiper. Pada wiper, arus listrik akan masuk ke low speed brush. Sehingga wiper akan bekerja dengan kecepatan rendah. 3. Saat saklar wiper high speed Ketika kita putar lagi saklar wiper ke level high speed, maka relay low speed wiper akan terputus namun relay high speed wiper akan tersambung. Sehingga meski pada low speed brush tidak ada aliran listrik, namun ada aliran listrik baru pada terminal high speed brush. Sehingga wiper akan bekerja dengan kecepatan lebih tinggi. Bagaimana Dengan Washer ? Washer itu sebenarnya bekerja seperti pompa mini, dimana pada tanki washer terdapat electric washer pump yang akan memompa air washer dengan tekanan tertentu. Dari washer pump, terdapat serangkaian selang yang akan mengalirkan air pompaan washer menuju depan kaca mobil. Sehingga ketika kita aktifkan saklar washer, air dapat menyembur keluar dari bagian depan kaca mobil. Rangakaian kelistrikannya juga sangat sederhana karena hanya menggunakan single function switch atau saklar dengan fungsi tunggal. Anda bisa melihat rangakaiannya pada gambar diatas. Itu saja artikel singkat tentang cara kerja wiper dan washer pada mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua. LAPORAN PRAKTIK SISTEM WIPER DAN WASHER JST/OTO/OTO318/06 LISTRIK DAN ELEKTRONIKA OTOMOTIF Disusun oleh MUHAMMAD REZKY FATHURROCHIM 13504241043 KELAS A3 PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 Laporan ini berjudul “SISTEM WIPER DAN WASHER” yang telah dipraktikkan dan diketahui hasil analisanya. Setelah melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan dapat 1. Menjelaskan prinsip kerja sistem wiper dan washer. 2. Mengukur sudut sapu wiper blade. 3. Mengukur besar kebutuhan arus motor wiper. 4. Memeriksa kondisi motor wiper. 5. Memeriksa pompa washer dan menyetel arah semprotan. 1. Alat Utama - 1 set Kabel visto 2. Alat Ukur - 1 buah Multimeter - 1 buah Amperemeter 3. Alat Bantu - 1 set Alat Tulis - 1 set Majun 4. Bahan - 1 unit stand panel rangkaian kelistrikan wiper dan washer 1. Berdoa sebelum melaksanakan kegiatan praktik. 2. Menjaga kebersihan alat, bahan, tangan, dan lingkungan praktik. 3. Hati-hati saat bekerja dengan obyek yang berhubungan dengan arus listrik dan saat menghidupkan mesin. 4. Gunakan alat praktikum sesuai dengan fungsinya. 5. Laksanakan praktikum sesuai dengan prosedur kerja. 6. Tanyakan pada instruktur apabila mengalami permasalahan praktikum. 7. Bersihkan alat dan bahan praktik, kemudian kembalikan alat dan bahan praktik ke tempat semula. 8. Bersihkan area praktik setelah selesai melakukan kegiatan praktik. Wiper penghapus kaca adalah sangat penting dipakai di sebuah kendaraan, karena erat hubungannya dengan keselamatan. Jadi, Wiper berfungsi menyapu menyeka kaca dari air hujan,lumpur dan segala kotoran. Wiper dikombinasikan dengan Washer untuk menyemprotkan cairan pembersih sehingga kerja dari Wiper lebih ringan dan cepat bersih. Dan wiper mempunyai komponen motor wiper, Tuas wiper, lengan wiper, wiper blade. Fungsi dari windshield wiper adalah salah satu aksesoris kendaraan yang penting dimana komponen ini menjamin pandangan pengemudi depan atau belakang kendaraan tidak terhalang oleh air hujan, debu, dan kotoran lainnya dengan cara disapu oleh pelantara berupa komponen penyapu yaitu wiper blade. Berikut ini tipe sistem wiper menurut fungsinya 1. Single speed wiper wiper belakang 3. Intermitten INT wiper Fungsi washer untuk menyempurnakan fungsi wiper blade dan menguarangi beban pada motor dengan membersihkan debu dan binatang-binatang kecil dari kaca depan dan belakang dengan cairan pembersih. Washer tipe listrik umumnya banyak digunakan. Tipe washer listrik terdiri dari tangki washer, motor, selang dan nozzle. Komponen windshield wiper Sistem penghapus kaca tersusun dari beberapa komponen utama diantaranya baterai accu, sekring fuse, switch, relay, motor wiper penggerak, tuas wiper, wiper arm, dan wiper blade. Gambar 01. Baterai Accu Baterai adalah komponen elektrokimia yang menghasilkan tenaga listrik melalui adanya reaksi kimia yang terjadi antara elektrolit baterai dengan plat baterai. Elektrolit baterai merupakan campuran antara asam sulfat dan air dengan komposisi campuran 36% asam sulfat dan 64% air dengan berat jenis sekitar 1,270 pada 20oC saat baterai terisi penuh. Baterai memiliki beberapa fungsi menurut kondisi kendaraan, yaitu 1 Pada saat mesin belum hidup kunci kontak ON, baterai memberikan energi listrik untuk sistem penerangan atau lampu-lampu dan aksesoris. 2 Pada saat start, baterai memberikan energi listrik untuk memutar motor starter dan sistem pengapian selama start. 3 Pada saat mesisn hidup, baterai berfungsi untuk menerima dan menyimpan energi listrik yang diberikan oleh sistem pengisian baterai. Sekering berfungsi untuk mencegah kerusakan rangkaian akibat kelebihan arus. Sekering memiliki bagian yang mudah meleleh akibat aliran arus yang berlebihan yang melebihi kapasitasnya, bagian tersebut dilindungi oleh badan sekering yang biasanya terbuat dari tabung kaca atau plastik. Kapasitas sekering yang ada adalah 0,5 A sampai 35 A dan yang paling banyak digunakan adalah 7,5 A sampai 20 A. Bagian logam yang meleleh dan putus pada sekering akan menyebabkan terjadinya rangkaian terbuka sehingga arus tidak dapat mengalir pada rangkaian tersebut dan rangkaian tidak dapat bekerja. Sekering yang dipakai kendaraan dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu sekering tipe tabung kaca cartridge dan sekering tipe bilah blade. Sekering tipe tabung kaca berbentuk silinder yang didalamnya terdapat elemen logam pengaman yang terhubung dengan bagian ujung penutup sekering yang terbuat dari logam yang akan terputus apabila dialiri arus berlebih, sedangkan sekering tipe bilah berbentuk pipih dengan dua kaki yang dapat diselipkan pada dudukan sekering. Kaki sekering tersebut saling terhubung satu sama lain melalui elemen logam tipis sebagai elemen pengaman yang akan meleleh apabila dialiri arus berlebih. Sekering tipe bilah adalah model sekering yang sekarang banyak digunakan pada kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua, untuk sekering tipe tabung kaca digunakan pada kendaraan keluaran lama. Saklar berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus pada suatu rangkaian. Ada beberapa jenis saklar yang digunakan pada kendaraan, salah satunya adalah Saklar Kombinasi Saklar kombinasi merupakan gabungan dari saklar putar, tekan dan tuas. Gambar 03. Saklar Kombinasi Relay berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus secara elektromagnetik. Berdasarkan pada prinsip dasar cara kerjanya, relay dapat bekerja karena adanya medan magnet yang digunakan untuk menggerakkan saklar. Saat kumparan diberikan tegangan sebesar tegangan kerja relay maka akan timbul medan magnet pada kumparan karena adanya arus yang mengalir pada lilitan kawat. Kumparan yang bersifat elektromagnet ini kemudian akan menarik saklar dari kontak NC ke kontak NO. Jika tegangan pada kumparan dimatikan maka medan magnet pada kumparan akan hilang sehingga pegas akan menarik saklar ke kontak NC. Penggunaan motor wiper berfungsi sebagai penggerak yang berasal dari lilitan coil yang menimbulkan pembangkit elektro magnetik, akibat dari induksi elektro magnetik ini akan menghasilkan energi putar. Gambar 05. Motor Wiper Berfungsi untuk merubah gerak putar yang dihasilkan motor wiper menjadi gerak tranlasi poros wiper. Motor wiper adalah motor listrik yang dikombinasikan dengan magnet alam dengan stator dan armature sebagai rotornya, dimana mekanisme geraknya adalah bila motor digerakan maka akan menggerakan crank arm, batang penghubung tarik-dorong dihubungkan dengan crank arm, sehingga arm akan bergerak setengah lingkaran. Lingking rodlain yang terdapat pada kerja arm akan membuat gerakan penghapus setengah lingkaran secara pararel. Gambar 06. Tuas Wiper g. Lengan Wiper Wiper Arm Kontruksi wiper arm tersusun dari arm head, retainer, arm piece dimana komponen tersebut mempunyai fungsi tertentu seperti a Arm head berfungsi sebagai pengunci pada wiper shaft. b Retainer berfungsi untuk menahan blade. c Arm piece berfungsi sebagai dudukan blade dan retainer. Gambar 07. Lengan Wiper Fungsi dari wiper blade berfungsi untuk menyapu secara langsung bagian permukaan kaca yang terpasang pada wiper arm. Gambar Blade 1. Mempersiapkan alat, bahan dan rangkaian sistem wiper 2. Melepas kabel pada konektor switch wiper, dengan menggunakan ohm meter. Dan mengidentifikasi kabel sumber tegangan dan kabel untuk masing-masing tingkat kecepatan 3. Melepas konektor pada motor wiper, mengidentifikasi kabel-kabel pada semua tingkat kecepatan dan posisi pada konektornya 4. Memutar “ON” switch wiper, amati kerja wiper blade dan memberi tanda daerah operasi wiper blade atau batas geraknya 5. Memutar “OFF” switch wiper, mengukur sudut wiper blade yang telah d bei tanda 6. Mengukur tinggi berhentinya blade terhadap dasar kaca, stel tinggi blade kiri dan kanan bila tidak sama 7. Mengukur tekanan blade ke kaca menggunakan pull scale 8. Menyetel arah penyemprotan dengan memasukan kawat atau penggores ke lubang nozzle dan menggerakkan ke arah penyemprotan yang di kehendaki 9. Melepas sekering wiper, pasang amper meter dengan terminal sekering. Putar “ON” switch wiper 10. Membebaskan penekan wiper blade ke kaca, Putar “ON” switch wiper 11. Melepas konektor motor wiper 12. Membongkar motor wipper 13. Memeriksa kondisi plat kontak dari keausan 14. Merakit kemabali motor wiper 15. Memeriksa kerja motor wiper tanpa beban dengan menghubungkan langsung ke baterai untuk kecepatan rendah dan kecepatan tinggi 16. Memasang Kembali motor wiper 17. Memeriksa kerja sistem wiper dengan memutar “ON” swicth wiper, maka blade harus bergerak, dan saat swicth “OFF” maka blade harus berhenti pada posisi yang benar 18. Membersihkan alat dan training objek yang digunakan 19. Melaporkan pada instruktur atau teknisi untuk pemeriksaan kondisi training objek VIII. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 1. Gambar Rangkaian Sistem Wiper Dan Washer Gambar 09. Rangkaian Sistem Wiper dan Washer No. Item Data Pengukuran 1. Besar sudut sapu wiper 80 2. Tinggi titik wiper blade 35 cm 3. Tekanan blade terhadap kaca - 4. Arus motor wiper dengan bena Kecepatan Rendah Kecepatan Tinggi 1,2 A 2,4 A 5. Arus motor wiper tanpa beban Kecepatan Rendah Kecepatan Tinggi 1 A 1,6 A 3. Pemeriksaan Kerja Motor Washer No. Item Data Pengukuran 1. Arah semprotan Searah ke kaca 2. Arus Motor 1,4 4. Pemeriksaan Motor Wiper No. Item Data Pengukuran 1. Plat Kontak Baik 2. Sikat Baik 3. Drive Gear Baik 4. Armateur Baik 5. Kumparan Baik Saat switch berada di posisi kecepatan rendah LOW/MIST, arus listrik dari baterai mengalir melalui fusible link kemudian ke saklar/KK ON lalu ke fuse dan ke switch LOW/MIST. Setelah itu arus mengalir ke terminal +1 pada motor penggerak dan ke massa. Lalu motor akan menggerakan tuas wiper dengan pelan. Gambar 10. Rangkaian Sistem Wiper Kecepatan Rendah Saat switch berada di posisi kecepatan tinggi HIGH, arus listrik dari baterai mengalir melalui fusible link kemudian ke saklar/KK ON lalu ke fuse dan ke switch HIGH. Setelah itu arus mengalir ke terminal +2 pada motor penggerak dan ke massa. Lalu motor akan menggerakan tuas wiper dengan cepat. Gambar 11. Rangkaian Sistem Wiper Kecepatan Tinggi Saat switch berada di posisi INT, arus listrik dari baterai mengalir melalui fusible link kemudian ke saklar/KK ON lalu ke fuse dan ke switch INT. Setelah itu arus mengalir ke basis ke Tr1 melalui resistor, karena basis Tr1 teraliri arus, maka “gerbang” terbuka, dan arus dari baterai dapat mengalir ke relay kemudian ke massa. Karena relay teraliri arus maka saklar pada relay tertarik dari posisi A ke posisi B, sehingga arus juga mengalir ke terminal +1 pada motor penggerak dan ke massa. Lalu motor akan menggerakan tuas wiper dengan pelan. Gambar 12. Rangkaian Sistem Wiper Kecepatan Intermitten Tr1 ON d. Mekanisme Pembalik Ke posisi semula Ketika Tr1 tidak bekerja, menyebabkan titik relay bergerak kembali dari sisi B ke sisi A. Bagaimanapun begitu motor bergerak, titik switch hubungan berpindah dari sisi P3 ke sisi P2, jadi arus akan terus mengalir ke sikat dengan kecepatan rendah dan penghapus bergerak dengan lambat. Dia akan berhenti jika sampai di posisi yang telah ditetapkan. Tr1 melanjutkan lagi kerjanya sehingga penghapus sebentar-bentar mengulangi operasinya. Pada tipe penyesuaian, tahanan tidak tetap bervariasi dengan switch tidak tetap dan rangkaian transistor menyesuaikan dengan suplai arus ke Tr1. Hal ini menyebabkan operasi yang selalu berubah dalam waktu singkat. Gambar 13. Rangkaian Sistem Wiper Tr1 OFF 1. Kondisi motor wiper dalam keadaan baik, pada percobaan diseluruh kondisi baik kecepatan rendah, tinggi, dan intermitten motor wiper dapat berfungsi dengan baik dimana sesuai dengan prinsip kerja yang semestinya. 2. Kondisi pompa washer dalam keadaan baik, dapat memompakan air agar washer dapat menyemprotkan air. Namun terjadi kerusakan pada sirkuit atau rangkaian kelistrikan washer dimana terjadi ketidaksesuaian kinerja kadang menyemprot, kadang tidak. Hal ini mungkin terjadi karena ada kabel yang longgar, sehingga solusinya adalah mengecek kabel pada rangkaian dan mengganti kabel yang sudah tidak layak digunakan. 3. Peralatan yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Peralatan dalam praktikum kurang mendukung, hal ini sangat mempengaruhi hasil pengukuran serta adanya pengukuran yang tidak dilaksanakan. Berdasarkan analisis data hasil praktik dan pembahasan diperoleh kesimpulan motor wiper dalam keadaan baik, pada percobaan diseluruh kondisi baik kecepatan rendah, tinggi, dan intermitten motor wiper dapat berfungsi dengan baik dimana sesuai dengan prinsip kerja yang semestinya. Pompa washer dalam keadaan baik, dapat memompakan air agar washer dapat menyemprotkan air. Namun terjadi kerusakan pada sirkuit atau rangkaian kelistrikan washer dimana terjadi ketidaksesuaian kinerja kadang menyemprot, kadang tidak. Hal ini mungkin terjadi karena ada kabel yang longgar, sehingga solusinya adalah mengecek kabel pada rangkaian dan mengganti kabel yang sudah tidak layak digunakan Kepada mahasiswa disarankan untuk selalu memperhatikan posisi kabel saat melakukan percobaan dalam rangkaian wiper dan washer pada praktik ini karena jika tidak diperhatikan maka akan terjadi konsleting listrik. motor wiper tidak diteruskan ke wiper blade, tetapi harus melalui wiper link terlebih dahulu. Sebagai mana tampak pada gambar 1. Gambar 1. Konstrusi sistem wiper depan Anonim, 447 3. Konstruksi sistem wiper belakang Konstruksi sistem wiper belakang juga hampir sama pada setiap kendaraan yang membedakan hanya bentuk dan ukurannya. Wiper blade belakang hanya menggunakan satu saja dan pemasangannya bisa langsung dipasangkan pada poros out put motor wiper. Sebagai mana tampak pada gambar 2. Gambar 2. Konstruksi sistem wiper belakang Anonim, 447 B. Komponen Sistem Wiper dan Washer Sistem wiper dan washer mempunyai rangkaian kelistrikan yang sederhana serta komponennya hanya sedikit, sehingga mudah dalam memahami bagaimana prinsip kerja dari sistem wiper dan washer. Komponen- komponen yang terdapat pada sistem wiper dan washer antara lain sebagai berikut Gambar 3. Rangkaian sistem wiper http 1. Baterai Pada kendaraan baterai berfungsi sebagai sumber arus untuk semua sistem kelistrikan kendaraan. Baterai juga dapat menyimpam arus listrik dalam bentuk energi kimia. Pada umumnya tegangan baterai yang digunakan pada kendaraan mobil yaitu 12 volt. Dalam baterai terdiri dari sel-sel yang berjumlah sesuai pada tegangan baterai itu sendiri, untuk baterai 12 volt mempunyai 6 buah sel. Pada setiap sel baterai kira-kira menghasilkan 2,1 volt, sementara untuk setiap sel terdiri dari dua buah pelat yaitu pelat positif dan pelat negatif yang terbuat dari timbal hitam Pb. Pelat-plate tersebut tersusun bersebelahan dan diantara dipasang pemisah separator sejenis non konduktor. Pelat-pelat tersebut direndam didalam cairan elektrolit H 2 SO 4 . Sehingga mengakibatkan terjadinya reaksi kimia antar pelat baterai dengan cairan elektrolit tersebut, maka baterai dapat menghasilkan arus listrik DC Direct Current. Adapun reaksi kimianya sebagai berikut Toyota, 1995 6-4 PbO 2 + H 2 SO 4 + Pb PbSO 4 + H 2 O + PbSO 4 PbO 2 = Timah Perioksida PbSO 4 = Sulfat Timah Pb = Timah H 2 SO 4 = Cairan Elektrolit H 2 O = Air Gambar 4. Konstruksi baterai Anonim, 98 2. Kunci kontak Kunci kontak berfungsi untukmenghubungkan dan memutuskan aliran listrik pada sistem kelistrikan kendaraan. Kunci kontak pada mobil memiliki tiga terminal atau lebih. Terminal tersebut antara lain terminal B, terminal IG, terminal ST, dan terminal ACC. Kunci kontak pada media pembelajaran digunakan sebagai saklar on dan off, sehingga terminal yang digunakan hanya terminal B dan terminal IG. Gambar 5. Kunci kontak 3. Sekring fuse Sekring fuse pada sistem kelistrikan berfungsi sebagai pengaman komponen pada sistem kelistrikan dari kerusakan yang disebabkan adanya konsleting listrik secara tiba-tiba. Sekring akan terputus apabila terjadi konsleting listrik pada rangkaian kelistrikan dan aliran arus listrik yang melebihi dari spesifikasi sekring. Sekring yang dipakai pada kendaraan dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu sekring tipe tabung kaca catridge dan sekring tipe bilah blade. Gambar 6. Sekring fuse dan simbol Anonim, 126 4. Saklar wiper dan washer Saklar wiper dan washer berfungsi sebagai menghubungkan dan memutuskan aliran arus listrik antara sumber listrik dan beban. Saklar wiper dan washe terdiri dari posisi OFF berhenti, LO kecepatan rendah, HI kecepatan tinggi, dan INT wiper bergerak secara berubah-ubah Gambar 7. Saklar wiper 5. Motor wiper Motor wiper merupakan salah satu komponen penting yang berfungsi sebagai penggerak dalam sistem wiper. Motor wiper yang digunakan adalah tipe besi magnet. Ada dua cara yang dapat digunakan untuk menimbulkan medan magnet motor, tipe wound yang menggunakan lilitan coil untuk membuat elektro magnet, dan tipe ferrite magnet yang menggunakan ferrite magnet permanen. Pada saat ini ferrite magnet banyak digunakan dan dikembangkan karena lebih kompak, ringgan, ekonomis serta menggunakan motor DC Toyota, 1995 6-59. Gambar 8. Motor wiper anonim, tth d 450 6. Wiper arm Wiper arm terdiri dari head untuk mengikatkan wiper arm dengan wiper link, sehingga gerakan yang dihasilkan oleh motor wiper sampai ke wiper arm. Sebuah pegas untuk menahan wiper blade, arm piece untuk pemasangan blade dan retainer untuk menahan keseluruhannya. Sering kali wiper dapat menghalangi jarak penglihatan pengemudi saat berhenti. Untuk mengurangi sisi kelemahan ini, sekarang telah disempurnakan dengan adanya Concealed wiper. Concealed wiper merupakan tempat penyimpanan wiper yang terletak antara kaca dan kap mesin. Gambar 9. Wiper arm Toyota, 19956-60 7. Wiper blade Blade terdiri dari sebuah karet untuk menyapu kaca dari kotoran- kotoran lainnya yang melekat pada kaca seperti debu, air hujan, salju dan kotoran. Penggunaan karet pada jangka waktu yang lama dapat menyebabkan menurunnya kualitas karet yang disebabkan dari sinar matahari, suhu, dan sebagainya. Untuk menjaga kualitas blade tetap terjaga perlunya pemeriksaan secara rutin dan perlu mengganti blade secara berkala. Gambar 10. Wiper blade Toyota, 19956-60 8. Wiper link Wiper link berfungsi merubah gerak putar dari motor wiper menjadi gerak bolak-balik pada poros wiper. Pada gerakan tuas tipe paralel tandem, maka motor mulai memutarkan crank arm bila motor dihidupkan. Batang penghubung tarik dorong dihubungkan dengan crank arm, menyebabkan arm bekerja untuk membuat gerakan penghapusan setengah lingkaran mengelilingi poros pivot. Linking rod lainnya yang terpasang pada kerja arm selalu membuat gerakan penghapusan setengah lingkaran secara paralel. Bila poros pivot kiri dan kanan berputar pada arah yang sama, maka lengan wiper kiri dan kanan dapat bekerja secara paralel. Gambar 11. Wiper link Toyota, 19956-59 9. Tangki Tangki washer merupakan tempat penampungan air yang akan disemprotkan untuk membersihkan permukaan kaca kendaraan. Pada tangki juga terdapat motor washer untuk menaikkan air dari bawah agar dapat disemprotkan pada nozzel. Pada umumnya tangki terbuat dari bahan resin yang transparan agar air yang terdapat pada tangki terkontrol kualitasnya. Gambar 12. Tangki Toyota, 19956-61 Batas pengisian air Motor Washer 10. Motor washer Motor washer berfungsi sebagai menggerakkan pompa, untuk mengeluarkan air dari tangki. Tipe motor washer ada dua yaitu tipe wound-rotor dan tipe ferrite magnet. Tetapi untuk sekarang ini tipe wound-rotor jarang digunakan daripada dengan tipe ferrite magnet yang banyak digunakan. Sedangkan untuk tipe pompanya ada tiga yaitu tipe gigi gear tipe, tipe spueeze, dan sentrifugal. Tipe sentrifugal lebih luas penggunaannya sebab memilik daya tahan yang kuat untuk digunakan, karena bagian-bagian yang bersentuhan kecil. Akan tetapi, tipe sentrifugal dipasang pada posisi di bawah tangki, karena tidak bisa menyedot cairan ke atas dari tangki. Gambar 13. Pompa washer Toyota, 19956-61 11. Nozzel Nozzel terbuat dari tembaga, alumunium atau resin dengan jumlah lubang satu atau dua lubang saja. Sekarang ini hanya nozzel yang terbuat dari resin dengan lubang penyetelan adjusting orifice yang banyak digunakan. Diameter lubang orifice sekitar 0,8 – 1,0 mm dan menyemprotkan air dari nozzel yang normal bentuk pengeluaran air dari nozzel tanpa menyebar pada setiap lubang. Gambar 14. Nozzel Toyota, 19956-62 C. Cara Kerja Sistem Wiper dan Washer